MATARAM – Forum Wartawan Lingkungan (FWL) Nusa Tenggara Barat menggelar diskusi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB guna membahas berbagai persoalan lingkungan yang berkembang di wilayah NTB.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang konstruktif antara insan pers dan pemerintah daerah dalam mengkaji berbagai isu strategis, mulai dari pengelolaan lingkungan hidup, upaya pelestarian kawasan hutan, pengawasan aktivitas industri, hingga perlindungan ekosistem pesisir dan laut yang menjadi aset penting daerah.
Dalam diskusi tersebut, FWL NTB juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian publik, termasuk dampak aktivitas pembangunan dan investasi terhadap keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus adalah kegiatan penelitian pemasangan pipa di Teluk Cempi, Kabupaten Dompu, yang merupakan bagian dari kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan PT Sumbawa Timur Mining (STM). FWL NTB meminta adanya keterbukaan informasi dan pengawasan yang ketat terhadap seluruh tahapan kegiatan penelitian tersebut agar tetap mengedepankan prinsip-prinsip perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat pesisir.
Diskusi menekankan bahwa setiap aktivitas penelitian maupun pengembangan teknologi yang dilakukan di kawasan pesisir dan laut harus memperhatikan aspek ekologis secara menyeluruh. Teluk Cempi merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis karena menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan serta memiliki potensi sumber daya pesisir yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Kepala DLHK Provinsi NTB menyambut baik masukan dari FWL NTB dan menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangan yang dimiliki. DLHK juga membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap kegiatan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
FWL NTB menilai sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media massa sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pers sebagai bagian dari kontrol sosial memiliki peran strategis dalam mengawal berbagai kebijakan dan aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam agar tetap berpihak pada prinsip keberlanjutan.
Melalui diskusi tersebut, FWL NTB berharap berbagai persoalan lingkungan di Nusa Tenggara Barat dapat ditangani secara lebih komprehensif, transparan, dan partisipatif. Dengan demikian, pembangunan yang berlangsung di daerah ini tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan hidup bagi generasi sekarang maupun generasi yangakan datang. (*)










